Thursday, October 05, 2006

Data Batimetri Digital

Jaman dulu saya kuliah S1, kalau mau memodelnumerikkan sebuah daerah (misalnya menghitung arus dan elevasi pasang surut dengan model hidrodinamika pasang surut) salah satu input yang diperlukan adalah data kedalaman laut alias batimetri. Biasanya model-model yang kita pakai menggunakan skema beda hingga dengan dimensi sel yang seragam. Untuk itu maka kita memerlukan peta batimetri keluaran Dinas Hidro Oseanografi (Dishidros) TNI AL. Selanjutnya, karena waktu itu kita tidak punya digitizer, kita letakkan kertas kalkir bergaris di atas peta itu dan kita buat kotak-kotak seukuran sel yang kita inginkan untuk selanjutnya kita tuliskan harga kedalaman pada setiap sel tersebut. Oh iya, untuk memudahkan pekerjaan ini, sebelumnya kita buat terlebih dahulu kontur kedalamannya secara manual di atas peta agar lebih mudah dalam mengisi harga kedalam pada setiap sel yang ada.

Sebenarnya, dan seharusnya, Dishidros TNI AL sebagai pengelola tunggal peta-peta hidrografi Indonesia bisa menyediakan peta digitalnya secara gratis kepada kita karena sebenarnya mereka bekerja kan juga dibayari oleh APBN ya? Uang rakyat gitu lho maksud saya. Tapi sayangnya, untuk mendapatkan format digitalnya sampai sekarang masih cukup sulit, dan kalaupun ada, cukup mahal untuk kantong para peneliti kelautan Indonesia, apalagi mahasiswa.

OK, untuk sementara kita lupakan saja masalah itu karena di jaman sekarang ini peta-peta batimetri yang gratis dan dalam format digital sudah banyak tersedia di dunia maya seperti misalnya TerrainBase dengan resolusi 5 menit, ETOPO2 dengan resolusi 2 menit, ada juga Sandwell and Smith Bathymetry (SSB) juga dengan resolusi 2 menit. Sementara itu, untuk yang resolusi 1 menit, ada General Bathymetric Chart of the Oceans (GEBCO). Sayangnya untuk mengunduh file-file ini perlu koneksi internet yang cukup bagus karena ukuran datanya cukup besar. Sebagai gambaran, data TerrainBase memiliki ukuran sekitar 17MB, ETOPO2 berukuran 80MB, SSB berukuran 133MB, dan GEBCO berukuran 274MB (semua dalam kondisi terkompresi).

Nah kalau peta batimetri digitalnya kita sudah punya, langkah lebih lanjut yang diperlukan adalah bagaimana mengekstrak data batimetri dari peta-peta digital itu untuk daerah model yang kita inginkan, karena peta digital yang ada masih mencakup area global (seluruh dunia). Kalau yang sudah biasa dengan pemrograman dan familiar dengan bahasa Fortran atau C mungkin tidak begitu masalah, bisa membuat program sendiri, toh info tentang format penyimpanan data yang digunakan juga dapat dibaca di dokumentasi mereka.

Pembuat peta biasanya juga menyediakan program bacanya, bahkan ada juga pihak ketiga yang menyediakan secara gratis program bacanya, tinggal pintar-pintarnya kita mencari di dunia maya. M_Map adalah salah satu dari sekian banyak software pembantu yang mendukung pembacaan data-data batimetri yang saya sebutkan di atas. M_Map ini merupakaan Mapping toolbox untuk Matlab yang tersedia gratis dan cukup mudah penggunaannya, terutama kalau kita sudah terbiasa dengan Matlab.

Untunglah di dunia ini banyak tersedia sumber-sumber gratis, sehingga pekerjaan penelitian menjadi lebih mudah. Seharusnya Dishidros TNI AL malu melihat fenomena ini dan bisa berbuat lebih baik dengan menyediakan peta batimetri digital secara gratis atau dengan harga yang cukup murah untuk seluruh peneliti kelautan di tanah air. Ironis sekali kan kalau untuk data seperti ini saja kita justru mendapatkannya dari luar negeri, gratis pula! Kapan majunya kita kalau begini terus!

10 Comments:

Anonymous bram said...

setau saya memang mahal peta digital itu, mnk dibuat seperti itu, krn di indo tidak ada kejelasan mana itu yg bener2 penelitian dan yang mana proyek,tapi mas agus, masak diluar negeri ada juga yg misal skala 1 : 50.000 di gratisin juga..??

5:39 AM  
Blogger oseanografi said...

# bram:

gratis kan banyak macamnya. bisa gratis utk sesama lembaga penelitian milik negara, karena uang utk hasil survey hidrografi misalnya diambil dari APBN.

selain itu gak perlu juga kan yg skala 1:50.000 yg digratiskan. tapi kan ironis, kita dapat data batimetri digital 1' gratis justru dari luar negeri. lalu untuk apa mereka melakukan pengukuran dan membuat peta, hanya untuk dijual? rugi sekali.

jenis keuntungan itu ada banyak sekali, dapat bermanfaat utk banyak orang atau untuk kemajuan penelitian di tanah air, itu juga keuntungan namanya. dan itu jelas lebih menguntungkan daripada hanya disimpan di lemari arsip...

6:10 AM  
Blogger oseanografi said...

# bram:

tambahan, coba lihat alamat ini, kan asyik tuh kalau kita juga punya...

8:25 AM  
Anonymous bram said...

kalau untuk sesama lembaga penelitian setuju sekali, memang saat ini setau saya semua disama ratakan,
saya udah buka websitenya, memang seharusnya kita sudah mulai menggunakan sistem seperti mereka, saya pernah dengar selentingan kalau Indo mau mengumpulkan data2 keluatan dari departemen2 dan lembaga penelitian biar bisa di akses terbuka, tapi kelihatanya prosesnya gak se simple idenya hehhehe, kayaknya bakal banyak membantu banget tuh bagi para peneliti di indo kalau terealisasikan..

7:55 PM  
Anonymous Saat Mubarrok said...

mas agus saya ose juga di itb angkatan 2009. salam kenal

10:19 PM  
Blogger Kuliah...Kuliah... said...

mbak/mas,,ada yang bisa bantu...
saya lagi mencari peta kelautan daerah desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, di daerah Bali bagian Timur...mungkin ada yang bisa membantu memberikan link yang dapat diakses secara free...maklum mahasiswa...hehe terimakasih atas perhatiannya...

10:31 PM  
Blogger Ardiansyah Ahmad said...

Klo mau download peta batimetri dmn yaa?
(Mohon kasih link-nya)
Saya ingin mendapatkan data peta batimetri untuk daerah lamongan jawa timur tepatnya di daerah WBL (wisata bahari lamongan).

9:14 AM  
Blogger Lukmanul Hakim said...

mohon bantuannya kalau mau dapat data/peta batimetri dimana ya?
kalau bisa yang gratis, (maklum mahasiswa akhir). untuk tugas akhir, sudah mulai frustasi karena belum dapat".
mohon bantuannya setidaknya link yang menyediakan

6:33 PM  
Blogger kangtustel said...

Mas Lukmanul Hakim, yang dibutuhkan data batimetri daerah mana?

3:29 AM  
Blogger Najib Habibie said...

Gebco sepertinya ada yg resolusi 30 second, dan bisa dibuka di GEBCO VIEWER, kalau mau dibuka di argis, tinggal pilihan konversinya dcentang yang bisa digunakan untu format ESRI. Saya baru mau cari batimetri yg 1:50 rb kalo ada hehehe. Kira2 dimana ya dapetnya?

5:12 PM  

Post a Comment

<< Home