Thursday, January 05, 2006

Energi dari Laut

Laut memiliki dua tipe energi yaitu energi termal dari energi panas matahari dan energi mekanik dari pasang surut dan gelombang.

Lebih dari 70% bagian permukaan Bumi adalah lautan, hal ini menjadikan lautan sebagai pengumpul sinar matahari terbesar di bumi. Matahari menghangatkan permukaan air lebih banyak daripada di bagian laut yang lebih dalam, dan perbedaan temperatur ini menyimpan energi panas/termal. Energi termal ini dapat digunakan dalam banyak hal, termasuk sebagai pembangkit tenaga listrik. Ada tiga tipe sistem konversi yang biasa digunakan dalam pemanfaatan energi termal yaitu siklus tertutup, siklus terbuka dan hibrid.

Siklus tertutup memanfaatkan hangatnya permukaan air laut untuk menguapkan fluida kerja yang memiliki titik didih yang rendah seperti amoniak. Uap selanjutnya mengembang dan menggerakkan turbin. Selanjutnya turbin mengaktifkan generator untuk menghasilkan energi listrik. Sementara itu sistem siklus terbuka bekerja dengan cara mendidihkan air laut pada tekanan rendah yang menghasilkan uap yang berfungsi menggerakkan turbin atau generator. Sedangkan sistem hibrid adalah kombinasi dari sistem siklus tertutup dan terbuka.

Adapun energi mekanik laut berbeda dengan energi termal. Meskipun sinar matahari mempengaruhi seluruh aktivitas di laut, namun gaya tarik gravitasi bulan merupakan gaya pembangkit utama pasang surut laut, sedangkan angin adalah gaya pembangkit utama gelombang laut. Bendungan biasanya digunakan untuk mengkonversi energi pasang surut menjadi energi listrik dengan cara memaksa air agar melewati turbin dan membangkitkan generator. Sedangkan untuk mengkonversi energi gelombang terdapat 3 (tiga) sistem dasar yaitu sistem kanal yang menyalurkan gelombang ke dalam reservoar atau kolam, sistem pelampung yang menggerakan pompa hidrolik, dan sistem osilasi kolom air yang memanfaatkan gelombang untuk menekan udara di dalam sebuah wadah. Tenaga mekanik yang dihasilkan dari sistem-sistem tersebut ada yang akan mengaktifkan generator secara langsung atau mentransfernya ke dalam fluida kerja, air atau udara, yang selanjutnya akan menggerakan turbin atau generator.

Daya total dari gelombang pecah di garis pantai dunia diperkirakan mencapai 2 hingga 3 juta megawatt. Pada tempat-tempat tertentu yang kondisinya sangat bagus, kerapatan energi gelombang dapat mencapai harga rata-rata 65 megawatt per mil garis pantai. Ada 3 cara untuk menangkap energi gelombang, yaitu:

Dengan pelampung, dimana alat ini akan membangkitkan listrik dari hasil gerakan vertikal dan rotasional pelampung. Alat ini dapat ditambatkan pada sebuah rakit yang mengambang atau alat yang tertambat di dasar laut.

Kolom air yang berosilasi (Oscillating Water Column). Alat ini membangkitkan listrik dari naik turunnya air akibat gelombang dalam sebuah pipa silindris yang berlubang. Naik turunnya kolom air ini akan mengakibatkan keluar masuknya udara di lubang bagian atas pipa dan menggerakkan turbin.

Wave Surge atau Focusing Devices (saya tidak tahu apa ya kira-kira padanannya dalam bahasa Indonesia?). Peralatan ini biasa juga disebut sebagai tapered channel atau kanal meruncing atau sistem tapchan, dipasang pada sebuah struktur kanal yang dibangun di pantai untuk mengkonsentrasikan gelombang, membawanya ke dalam kolam penampung yang ditinggikan. Air yang mengalir keluar dari kolam penampung inilah yang akan digunakan untuk membangkitkan listrik dengan menggunakan teknologi standar hydropower.

Bersambung...

8 Comments:

Blogger doeljoni said...

wah keren...
info-info kayak gini nih yang jadi terobosan baru di saat miskinnya pustaka iptek indonesia

semoga bisa langgeng pak !
:D

5:36 PM  
Blogger oseanografi said...

@doeljoni: thx! :D

11:17 PM  
Anonymous bram said...

mas agus kalau di negera jerman apa sudah ada yang mengadopsi dari beberapa alternatif pembangkit tenaga listrik tadi??

12:30 AM  
Blogger oseanografi said...

# bram:

di jerman, energi yang dikembangkan adalah energi angin. turbin angin ini banyak terdapat di bagian utara jerman yang merupakan daerah pantai dengan angin yang cukup kuat...

12:41 AM  
Anonymous Anonymous said...

apa yang dimaksud dgn hidrooseanografi? tlg bahas dunk.. udah nyari kemana-mana tapi ga dapet.. parameter2nya apa aja.. thanx pak..

12:15 AM  
Anonymous Anonymous said...

mas...knapa kalo di teluk sinar gelombangnya memancar,tp klo ditanjung sinar gelombangnya memancar,,,
trus knapa sinar pantai selalu tegak lurus dg garis pantai,,,

jlasin jg donk napa pantai muda itu rata2 grs pantainya berlekok2,,trus yng pantai tua garis pantainya cendrung lurus..

trimakasih sbelumnya

kirim ke e-mail sya mas ya
roni_albatros@yahoo.com

8:09 PM  
Anonymous Anonymous said...

mas
maap salah tulis yang tadi,,
maksudnya klo di tanjung sinar gelombangnya ngumpul/memfokus pada satu titik???

8:20 PM  
Anonymous sakina said...

pak dosen,, hhehhe,,
kl mau penelitian tentang ini bisa dimana ya??
apa bisa dibuat skeipsi??


saya mahasiswi tahun ketiga yang sedang bingung milih tema apa buat skripsi...

salam kenal pak..
zahrahzhafirah@yahoo.com

6:50 PM  

Post a Comment

<< Home