Friday, July 22, 2005

Pasang Surut Laut


Pasang surut laut adalah gelombang yang dibangkitkan oleh adanya interaksi antara bumi, matahari dan bulan. Puncak gelombang disebut pasang tinggi dan lembah gelombang disebut pasang rendah. Perbedaan vertikal antara pasang tinggi dan pasang rendah disebut rentang pasang surut (tidal range). Periode pasang surut adalah waktu antara puncak atau lembah gelombang ke puncak atau lembah gelombang berikutnya. Harga periode pasang surut bervariasi antara 12 jam 25 menit hingga 24 jam 50 menit.

Terdapat tiga tipe dasar pasang surut yang didasarkan pada periode dan keteraturannya, yaitu pasang surut harian (diurnal), tengah harian (semi diurnal) dan campuran (mixed tides). Dalam sebulan, variasi harian dari rentang pasang surut berubah secara sistematis terhadap siklus bulan. Rentang pasang surut juga bergantung pada bentuk perairan dan konfigurasi lantai samudera.

Pasang surut laut merupakan hasil dari gaya tarik gravitasi dan efek sentrifugal. Efek sentrifugal adalah dorongan ke arah luar pusat rotasi. Gravitasi bervariasi secara langsung dengan massa tetapi berbanding terbalik terhadap jarak. Meskipun ukuran bulan lebih kecil dari matahari, gaya tarik gravitasi bulan dua kali lebih besar daripada gaya tarik matahari dalam membangkitkan pasang surut laut karena jarak bulan lebih dekat daripada jarak matahari ke bumi. Gaya tarik gravitasi menarik air laut ke arah bulan dan matahari dan menghasilkan dua tonjolan (bulge) pasang surut gravitasional di laut. Lintang dari tonjolan pasang surut ditentukan oleh deklinasi, yaitu sudut antara sumbu rotasi bumi dan bidang orbital bulan dan matahari.

Pasang surut purnama (spring tide) terjadi ketika bumi, bulan dan matahari berada dalam suatu garis lurus. Pada saat itu akan dihasilkan pasang tinggi yang sangat tinggi dan pasang rendah yang sangat rendah. Pasang surut purnama ini terjadi pada saat bulan baru dan bulan purnama.

Pasang surut perbani (neap tide) terjadi ketika bumi, bulan dan matahari membentuk sudut tegak lurus. Pada saat itu akan dihasilkan pasang tinggi yang rendah dan pasang rendah yang tinggi. Pasang surut perbani ini terjadi pasa saat bulan 1/4 dan 3/4.

Pengetahuan tentang pasang surut sangat diperlukan dalam transportasi laut, kegiatan di pelabuhan, pembangunan di daerah pesisir pantai, dan lain-lain. Karena sifat pasang surut yang periodik, maka ia dapat diramalkan. Untuk meramalkan pasang surut, diperlukan data amplitudo dan beda fasa dari masing-masing komponen pembangkit pasang surut. Seperti telah disebutkan di atas, komponen-komponen utama pasang surut terdiri dari komponen tengah harian dan harian. Namun demikian, karena interaksinya dengan bentuk (morfologi) pantai dan superposisi antar gelombang pasang surut komponen utama, akan terbentuklah komponen-komponen pasang surut yang baru.

18 Comments:

Blogger broer said...

halo mas...
aduh senag rasanya ada juga orang yang nulis ttg oseanografi di blog.
oh iya saya harry mahasiswa S1 oseanografi itb. Salam kenal..

3:07 AM  
Blogger oseanografi said...

@broer: Halo Harry, salam kenal juga. Thanks sudah mau mampir.

2:12 AM  
Blogger miTA said...

Lam kenal ya mas...
thanks bgt artikelnya bisa buat referensi tugas makalahku oh ya namaku mita aku kuliah di perikanan dan kelautan UGM

8:57 PM  
Blogger Cindy said...

keren banget blog spotnya...
hmm.. kayaknya perlu di update lagi dech
yup seperti yang temen saya bilang.. bisa dibuat tugas kuliah ^_^

makacih

4:28 AM  
Anonymous mitha said...

halloo ini mita oseanografi itb 2004, salam kenal juga yha... yuuk smangat memperjuangkan laut kita... mas di jerman sampai kapan?!ta nyusul thn dpn yah... sapa tau bisa bertemu.... smngat selalu.. hidup laut indonesia...

12:39 AM  
Blogger andri said...

hallo bro..
artikelnya bagus banget, sering2 yach nulis tentang oseanografi.
andri STTAL

4:08 AM  
Blogger andri said...

haloo bro...
bagus banget tuh artikelnya, sering2 ya buat artikel tentang oseanografi. andri STTAL

4:10 AM  
Blogger Hilman said...

haloww.....

wah,,ada juga ya blog tentang oseanografi...
keren2...
baru tau diriku...
hehehehhe....

wah,,keren nih bwat jadi literatur...

salam kenal ya...
daku hilman mahasiswa oseanografi itb...

11:30 PM  
Anonymous Anonymous said...

aloow mas...
enak dibaca n mudah dipahami.
sy anit mhsiswa untad

4:35 PM  
Blogger yossy said...

hy.....

wow keren en bermanfaat banget blogsx

tapi diperbanyak lagi yah......

oia aq yosi mahasiswi Perikanan dan Kelautan UNDANA_NTT


salam kenal aja yah

6:33 AM  
Anonymous Anonymous said...

aO.......
Lam kenAl ja neCh,,

toloong dw0nx dimuat juga tntang alat2 pengukur pasang surut nya..

owYaCh,,,
thankS bGT ya BUAT aRTIKEL NYA bisa buat baHan tuGas nEch...

12:03 AM  
Anonymous Ovilia,,, said...

AssLm........

a0 Lam kenal,,
tol0ng dw0nx dimuat jugA al alat2 ukur pasang surut nya,
gie ada tugaS nieCh..............

makACi,,,,

^_^

12:10 AM  
Blogger aroN said...

sore mas, apa data gelombang dan pola arus secara periodik sudah ada di suatu wilayah di Indonesia ? kalau ada dimana saya bisa memperolehnya, sy sangat butuh data gelombang dan pola arus yang di Pulau Putri/Mansalar Kaab. Tapanuli tengah buat refernsi penulisan tesis saya.

salam

12:39 AM  
Anonymous Anonymous said...

salam kenal...makasih banyak atas tulisanya tentang oceanografi, bisa buat referensi tugas makalah...o ya saya zain mahasiswa FKIP Geografi.

8:06 PM  
Anonymous Anonymous said...

Salam kenal..
mas,,mo nanya niy..saya Bagir Sodr,mahasiswa ilmu kelautan undip,,

radius stasiun pasut agar masih bisa mewakili itu berapa km ya?bisa minta tolong referensi yg menguatkan pendapatnya…soalnya saya sedang penelitian tentang dampak kenaikan muka laut terhadap pesisir pekalongan dan membutuhkan data pasut selang 10 tahun,dikarenakan tidak ada BMKG ataupun stasiun pasut d pekalongan,disarankan oleh orang pelabuhan dan DKP setempat untuk mengambil data sekunder pasut di BMKG Semarang karena mereka juga menggunakannya, disamping melakukan pengukuran data lapangan..
Apakah data dari BMKG semarang tersebut memang masih bisa digunakan di Pekalongan??dgn menggunakan BM pesisir Pekalongan untuk mendapatkan MSL..

Maaf kalo agak panjang dan krg jelas,soalnya saya masih awam,,hehe..terima kasih banyak atas responnya..

9:44 PM  
Anonymous Anonymous said...

kenapa hanya air laut yang terkena dampak pasang surut, dan kenapa benda lain tidak terkena dampaknya ???
mohon penjelasannya, terima kasih..........

12:08 AM  
Anonymous Anonymous said...

waw,,,blog oseanografi nya keren,,,^^, salam kenal dari kami OSEANOGRAFI UNDIP ,,,

5:18 AM  
Anonymous Anonymous said...

salam...
Terimakasih, yang anda tulis menambah pegetahuan saya.
Saya hobi memancing di laut, kl ada wkt luang, tp, waktu pasang n surut tak tau, boleh tak, tlng tuliskan waktu pasang dengan ketinggian air dalam bentuk tabel?
Terimaksih sblumnya
salam

4:12 AM  

Post a Comment

<< Home